Stretch marks - Menurut para ahli

Stretch marks dan kehamilan

Munculnya stretch mark erat kaitannya dengan faktor hormonal. Hormon tertentu seperti kortisol dan esterogen dapat menggangu struktur dan fungsi fibroblast, yaitu sel-sel yang mensistensis elastin dan kolagen pada kulit. Serat ini memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung kulit, memastikan ketahanan terhadap peregangan dan memperkuat elastisitas kulit. Di bawah pengaruh hormon, jumlah dan kualitasnya menurun, sehingga melemahkan kulit.
Peregangan kulit yang lengkap dan drastis pada kulit selama masa kehamilan juga memiliki peran yang signifikan sebagai penyebab munculnya stretch mark. Setelah dilemahkan oleh hormon, kulit juga harus menyerah pada peregangan kulit, yang sering kali melebihi daya elastisistas kulit.
Selain pengaruh hormon dan ketegangan kulit, resiko lain yang dapat memicu timbulnya stretch mark selama masa kehamilan yaitu:
- Ibu dengan usia muda: ibu yang hamil di bawah usia 25 tahun memiliki resiko terkena stretch mark.
- Berat badan: kenaikan berat badan yang terlalu signifikan dan cepat selama masa kehamilan dan atau tingginya BMI (Body Mass Index) sebelum kehamilan juga dapat menjadi penyebab stretch mark.
- Riwayat pribadi atau keluarga juga dapat menjadi pertimbangan terhadap kemunculan stretch mark selama masa kehamilan.
- Kelahiran bayi dengan berat badan tinggi dan atau jika bayi lahir pada masa cukup bulan atau setelah masa tersebut, juga dapat menjadi resiko tinggi pada Anda untuk mengalami stretch mark.
Komentar pada artikel

Envoyer par Email